Pernahkah anda merasakan ketika anda duduk di bangku sekolah anda seperti hari-hari biasa lalu anda merasa berbeda? seperti anda pernah mengalami kejadian itu namun entah kapan kejadian itu pernah terjadi sebelumnya? ya! itulah Deja Vu, salah satu fenomena yang misterius. Saya ingin mencari tentang kejadian Deja Vu setelah saya sendiri mengalaminya.
kronologi : saat saya berada dikelas, dan duduk dengan teman (sebut saja Kevin), saya seperti mengalami kejadian yang mirip yang pernah saya bayangkan sebelumnya. Namun entah itu kapan kejadianya. Lalu saya coba bertanya kepada teman saya itu, "eh Vin, kok rasane aku tau ngalami kejadian iki (eh Vin, kok rasanya aku pernah mengalami kejadian ini?) jawabnya "lho iya ta, iku namane Deja Vu (lho iya ta, itu namanya Deja Vu).
Dan setelah itu saya langsung mencari tentang apa itu Deja Vu.
Pengertian Deja Vu
Deja Vu berasal dari bahasa Prancis yang memiliki arti "pernah melihat / merasa". Maksudnya mengalami
sesuatu pengalaman yang pernah dirasakan sebelumnya. Deja Vu juga dapat diartikan sebagai perasaan kuat / familiar terhadap kejadian yang baru namun belum pernah dialami sebelumnya.
Teori-Teori Deja Vu
Teori Deja Vu pernah dipelajari juga 150 tahun yang lalu. Emile Boirac sudah meneliti fenomena ini sejak tahun 1876, namun ia tidak pernah secara tuntas menyelesaikan penelitiannya. Karena itu, banyak peneliti telah mencoba untuk memahami fenomena ini sehingga akhirnya kita mendapatkan paling tidak 40 teori yang berbeda mengenai deja vu, mulai dari peristiwa paranormal hingga gangguan syaraf.
Pada tulisan ini, tidak mungkin saya membahas 40 teori tersebut satu persatu. Jadi saya akan memilih beberapa teori yang saya anggap perlu diketahui. Pertama, saya akan mulai dari teori psikolog legendaris, Sigmund Freud. Tapi sebelum itu, saya ingin menunjukkan kepada kalian sebuah gambar yang sangat terkenal. Ini dia :
Foto di atas adalah foto ilustrasi "Puncak gunung es" yang terkenal. Para ahli "otak" sering menggunakan ilustrasi di atas untuk menunjukkan seperti apa pikiran kita yang sebenarnya. Permukaan air adalah batas kesadaran kita. Pikiran Sadar kita adalah bongkahan yang muncul di atas permukaan laut. Sedangkan pikiran bawah sadar adalah bongkahan raksasa yang ada di dalam laut.
Menurut mereka, sesungguhnya sebagian besar informasi yang kita terima tersimpan di pikiran bawah sadar kita dan belum muncul ke permukaan. Hanya sebagian kecil dari informasi yang kita terima benar-benar kita ingat atau sadari. Prinsip ini adalah kunci penting untuk memahami Deja Vu.
Para peneliti memiliki definisi mereka sendiri, tetapi Deja Vu umumnya digambarkan sebagai perasaan bahwa Anda telah melihat atau mengalami sesuatu sebelum anda mengalami kejadian tersebut.(sumber : Scientificamerican , Wikipedia)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar